Sukoharjo – Musim panen padi sudah mulai terasa di bulan Mei setelah sebelumnya telah dilaksanakan di Padukuhan Yapah dan Siwil, kini giliran kelompok Tani Muji Lestari yang ada di Padukuhan Ngebo, Kalurahan Sukoharjo, Kapanewon Ngaglik, Kabupaten Sleman pada hari Kamis, 30 Mei 2024, telah melaksanakan kegiatan “wiwit bersama”, sebuah ritual jawa yang menggambarkan satu ucapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, yang telah memberikan hasil panen yang melimpah. Dalam kegiatan ini dihadiri Lurah Sukoharjo, Panewu Ngaglik, Kepala UPT BP4 Wilayah 4 Sleman/Ngaglik, dan juga Bupati Sleman yang pada kesempatan ini di wakili oleh Kepala Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan Kabupaten Sleman.
Dalam sambutannya, Ketua Kelompok Tani Muji Lestari Musana mengemukakan bahwa di bulan Mei ini memang petani-petani didaerah Ngebo, sudah banyak yang siap panen. Dengan adanya kegiatan wiwit bersama ini juga bisa menjadi satu momentum yang tepat bagi warga untuk bertanya langsung kepada pihak-pihak yang berkaitan dengan pertanian, bisa berkeluh kesah tentang segala permasalahan yang terjadi yang berhubungan dengan pertanian. “Warga banyak yang mengeluhkan pupuk yang jumlahnya menurun, yang menurut mereka ini juga akan berpengaruh pada hasil panen,” sambung Musana.
Selain untuk menandai dimulainya panen, ritual wiwit juga menjadi salah satu daya tarik tersendiri, karena merupakan satu kegiatan yang termasuk dalam kegiatan kebidayaan Jawa, sehingga perlu dilestarikan, demikian Hadi Subronto selaku Lurah Sukoharjo menjelaskan dalam sambutannya. Hadi juga menyampaikan ,bahwa pihak Kalurahan Sukoharjo sendiri juga sudah melakukan banyak upaya agar pertanian di daerah Sukoharjo dapat berhasil dengan baik dan bisa menghasilkan panen yang melimpah ruah, diantaranya dengan memberikan bantuan benih padi kepada warga melalui kelompok tani diwilayah masing-masing, dan juga mempermudah dan mengupayakan pembangunan irigasi di sawah-sawah warga Sukoharjo.
“Kapanewon Ngaglik juga sangat mendukung kegiatan wiwit ini, dengan harapan Padukuhan Ngebo bisa menuju swa sembada pangan, yang nantinya akan meluas diikuti daerah-daerah lain se-kabupaten Sleman, lanjut Panewu Ngaglik Agung Endarta, S.Sos, M.Si. Selain itu juga Agung mengharapkan adanya usulan-usulan warga melalui penjaringan aspirasi dalam hal kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan pertanian, yang bisa dibantu dengan melalui BKK, PUPM maupun dari program yang lain, sehingga nantinya dapat membantu warga untuk memperlancar dan mempermudah kegiatan pertanian sehingga mendapatkan hasil yang melimpah.
Sejalan dengan itu, Kabupaten Sleman juga selalu berusaha untuk terus memperbaiki dan membuat program-program yang bertujuan untuk membantu petani, salah satunya dengan kebijakan Bupati Sleman yang akan menambah jumlah pupuk bersubsidi yang kemarin sempat turun, akan tetapi akan dinaikkan kembali, agar hasil pertanian makin meningkat, demikian uraian dari Kepala Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan dalam sambutannya yang mewakili Bupati Sleman yang saat ini tidak bisa hadir. Petani harus selalu optimis, selalu berusaha dan berdoa, mengikuti imformasi-informasi yang berkaitan dengan pertanian yang menunjang kegiatan pertanian, sehingga hasil yamg didapat akan memuaskan, tambahnya.(ESWE- KIM Sukoharjo)