Sukoharjo,– Pelaksanaan program posyandu bersama kader Kalurahan Sukoharjo dalam kegiatan edukatif yang ditujukan untuk ibu pada anak usia 0–5 tahun. Hal ini guna untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam merawat serta mengasuh anak agar tumbuh kembangnya optimal. Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua Penggerak PKK, Puskesmas, beserta diikuti oleh 50 ibu balita dalam 14 padukuhan. – (Jum’at, 12 September 2025).

Kegiatan kelas balita digelar selama 2 hari, dengan penyampaian materi: pemantauan pertumbuhan, edukasi pemberian makan balita, pemantauan perkembangan, imunisasi, dan penyakit pada bayi. Pemaparan yang disampaikan sesuai dengan panduan buku KIA (Kesehatan Ibu dan Anak) yang berfungsi sebagai alat untuk memantau kesehatan dan perkembangan ibu serta anak, mulai dari kehamilan, persalinan, imunisasi, hingga stimulasi tumbuh kembang anak.

Lurah Sukoharjo,– Hadi Subronto menyampaikan kepada ibu–ibu balita untuk lebih memperhatikan tumbuh kembang dan nutrisi cukup kepada anak, serta untuk lebih giat dalam berkunjung di posyandu di padukuhan masing–masing, supaya tumbuh kembang anak dapat dipantau melalui kader posyandu sesuai dengan panduan buku KIA. “Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada Kepala Puskesmas Ngaglik II serta mengapresiasi sangat luar biasa kepada seluruh ibu–ibu PKK Kader Posyandu yang selalu aktif membantu masyarakat. Dengan pentingnya tumbuh kembang balita ini, bersama–sama berupaya, baik balita, ibu hamil, berkaitan dengan di lingkungan, rumah kita masing–masing, untuk tetap dijaga dalam gaya hidup sehat,” imbuh Hadi.

Savina Ariviani, bidan Puskesmas Ngaglik 2 menyampaikan, “Mengapa pertumbuhan anak harus dipantau? Yang pertama: supaya anak dapat dinilai apakah sesuai dengan standar usianya. Kedua: agar dapat mendeteksi gangguan tumbuh sedini mungkin sehingga bisa diintervensi. Yang perlu dipantau dalam tumbuh kembang anak adalah: berat badannya, panjang/tinggi badannya, lingkar kepalanya. Tumbuh kembang, asupan gizi anak pada usia 0–23 bulan, pemberian ASI eksklusif adalah pemberian ASI saja tanpa makanan atau minuman lain,” imbuh Vina.

(SLP, KIM SUKOHARJO)